BELAJAR BAHASA SEMAKIN CANGGIH DENGAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI


TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Penulis : Nadrah Sa’diyah, S.Pd.

Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia
Kampus Prof. DR. HAMKA Jakarta


Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sangat dirasa semakin maju. Apalagi saat ini merupakan zaman yang membuat semua orang ketergantungan dengan teknologi. Tidak jarang jika kita selalu menjumpai orang yang selalu membawa gawai. Bahkan, mereka akan merasa tidak nyaman jika tidak memegang gawai sedetikpun. Hal ini seringkali saya temui di kehidupan sehari-hari. Sebagai guru, saya selalu menyaksikan peserta didik yang ketergantungan dengan smartphone mereka. Begitu pula ketika di rumah, saat berkumpul dengan anggota keluarga yang seharusnya menjadi momen yang baik menjadi hambar karena masing-masing sibuk dengan gawainya. Ini yang membuat kita secara tidak langsung mengalami saat ‘alone together’. Alone together merupakan istilah yang menggambarkan situasi ketika sejumlah orang berkumpul, namun sibuk dengan urusan masing-masing yaitu bermain gawai.
Perkembangan teknologi inilah yang membuat kita seharusnya menjadi sadar bahwa sesuatu dapat saja memiliki dampak yang buruk dan juga dampak yang baik. Contoh di atas mungkin merupakan contoh perkembangan TIK dengan dampak yang buruk. Namun jika kita dapat berpikir positif, perkembangan TIK ini juga mempunyai banyak dampak yang baik. Contohnya dalam pembelajaran, perkembangan TIK mampu membuat proses pembelajaran menjadi semakin mudah. Jika pada tahun 1990-an, kita masih mengerjakan tugas dengan menggunakan kertas. Saat ini, seiring dengan berkembangnya TIK, siswa tidak perlu lagi menggunakan kertas untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Hal itu juga terjadi pada saat Ujian Nasional yang sudah diberlakukan berbasis komputer atau paperless. UU Sisdiknas pasal 1 ayat (21) menyatakan bahwa evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian, penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan. Guna mengimplementasikan pasal 1 ayat (21), maka pemerintah mengeluarkan Permendikbud nomor 57 tahun 2015 tentang Ujian Nasional dan Ujian Sekolah, yang ditindak lanjuti oleh Prosedur Operasi Standar (POS) UN 2017, yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Pelaksanan UN tahun pelajaran 2016-2017 sebagaimana dijelaskan dalam Bab V POS UN 2017 dengan moda Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Perluasan pelaksanaan UNBK dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi, mutu, reliabilitas, dan integritas ujian. Itu artinya perkembangan TIK sudah merambah ke dunia pendidikan dan sudah disahkan oleh pemerintah sebagai jalan untuk melakukan evaluasi yang lebih baik.
Menurut Yaumi dalam bukunya yang berjudul Media dan Teknologi Pembelajaran, teknologi informasi dipandang sebagai segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronik. Berbagai bentuk teknologi ini dapat diintegrasikan dan diimplementasikan dalam pembelajaran guna memfasilitasi belajar secara efektif dan efisien.
Dampak yang positif dari perkembangan TIK juga dapat dirasakan pada proses pembelajaran di sekolah. Lebih khususnya pada mata pelajaran bahasa Indonesia, guru dapat lebih terbantu dalam pelaksanaan literasi dengan adanya perpustakaan dalam jaringan (daring) yang dapat disebut e-library. Perpustakaan daring juga termasuk dalam hasil dari perkembangan TIK di dunia Pendidikan. Dengan adanya perpustakaan daring, siswa dapat mengaksesnya untuk memperoleh banyak buku-buku rujukan sebagai penyempurna kegiatan literasi di sekolah.
Hal positif lainnya dari perkembangan TIK yaitu adanya blog. Blog dapat diartikan sebagai catatan harian atau jurnal pribadi di internet yang dapat diakses oleh siapa saja (KBBI). Blog merupakan salah satu sarana penunjang belajar yang bermakna dan mudah terjadi melalui tugas-tugas belajar mandiri. Hal tersebut merupakan salah satu ciri dari pendekatan konstruktivisme. Pendekatan konstruktivisme merupakan pendekatan yang paling mutakhir dalam pembelajaran Bahasa. Dengan adanya blog, siswa menjadi mandiri dalam menulis. Blog bermanfaat dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia sebagai sarana untuk melatih keterampilan menulis siswa.
Selain itu, hadirnya Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang sudah dapat diakses secara daring. Hal ini merupakan manfaat yang sangat besar dirasakan sebagai guru bahasa Indonesia. Dengan hadirnya KBBI daring, baik guru maupun siswa tidak perlu lagi membawa kamus tebal di dalam kelas. Untuk menemukan arti suatu kata dalam bahasa Indonesia semudah tarian jari.
Itulah manfaat-manfaat yang bisa diambil dari perkembangan TIK pada proses pembelajaran bahasa Indonesia. Masih banyak manfaat-manfaat lain yang bisa diambil terkait semakin majunya teknologi di abad 21 ini. Dengan berkembangnya teknologi, mengharuskan kita untuk mengembangkan juga pola pikir kita sehingga kita bisa selalu berpikiran positif memanfaatkan teknologi dan tidak mudah membuang waktu untuk hal-hal yang negatif.

DAFTAR PUSTAKA

Brown, H. Douglas. 2008. Prinsip Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa. _________: Pearson Education, Inc.
Pranowo. 2014. Teori Belajar Bahasa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Yaumi, Muhammad. 2018. Media dan Teknologi Pembelajaran. Jakarta: Prenadamedia Group.

Komentar